:: Secrets – OneRepublic ::

I need another story
Something to get off my chest
My life gets kinda boring
Need something that I can confess
‘Til all my sleeves are stained red

From all the truth that I’ve said
Come by it honestly I swear
Thought you saw me wink, no
I’ve been on the brink, so

Tell me what you want to hear
Something that will light those ears
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away

This time, don’t need another perfect lie
Don’t care if critics ever jump in line
I’m gonna give all my secrets away

My God, amazing how we got this far
It’s like we’re chasing all those stars
Who’s driving shiny big black cars
And everyday I see the news
All the problems that we could solve

And when a situation rises
Just write it into an album
Send it straight to gold
But I don’t really like my flow, no, so

Tell me what you want to hear
Something that will light those ears
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away

This time, don’t need another perfect lie
Don’t care if critics ever jump in line
I’m gonna give all my secrets away

Oh, got no reason, got no shame
Got no family I can blame
Just don’t let me disappear
I’ma tell you everything

So tell me what you want to hear
Something that will light those ears
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away

This time, don’t need another perfect lie
Don’t care if critics ever jump in line
I’m gonna give all my secrets away

So tell me what you want to hear
Something that will light those ears
Sick of all the insincere
So I’m gonna give all my secrets away

This time, don’t need another perfect lie
Don’t care if critics ever jump in line
I’m gonna give all my secrets away
All my secrets away, all my secrets away

— Happy Singing :)

:: Whatever – OASIS ::

Whatever – OASIS

I’m free to be whatever I
Whatever I choose
And I’ll sing the blues if I want

I’m free to say whatever I
Whatever I like
If it’s wrong or right it’s alright

Always seems to me
You only see what people want you to see
How long’s it gonna be
Before we get on the bus
And cause no fuss
Get a grip on yourself
It don’t cost much

Free to be whatever you…

:: Mitologi Alang-Alang Sebagai Rumput Suci ::

Oleh: I Made Murdiasa, S.Ag

Om Swasti astu

Alang-alang sebagai rumput dianggap suci yang banyak dipergunakan dalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai sarana atau alat misalkan saja dalam upacara pawintenan, alang-alang dipergunakan untuk membuat karawista/sirawista, pada setiap proses persembahyangan alang-alang juga digunakan untuk ngetisang/menyipratkan tirtha yang disebut dengan sesirat. Hal ini terkait dengan cerita Sang Garuda dalam Adi Parwa yaitu dikisahkan Bhagawan Kasyapa mempunyai dua orang istri yaitu Sang Kadru dan Sang Winata. Bhagawan Kasyapa menawarkan kepada kedua istrinya, berapa jumlah anak yang diinginkannya. Sang Kadru meminta 100 anak sedangkan Sang Winata minta 2 anak. Bhagawan Kasyapa kemudian memberikan 100 telur kepada Sang Kadru dan 2 telur pada Sang Winata, setelah telur Sang Kadru menetas lahirlah 100 ekor ular. Melihat Sang Kadru sudah melahirkan anak-anaknya, Sang Winata ingin secepatnya pula punya anak maka dengan tidak sabar dipecahlah sebutir dari telurnya, maka lahirlah Sang Aruna yaitu seekor burung yang belum sempurna bentuk tubuhnya karena belum punya kaki.

Suatu ketika Sang Kadru bertemu dengan Sang Winata, dan mereka membicarakan tentang rupa bulu kuda Ucchaisrawa yang keluar pada saat pengadukan lautan air susu oleh para dewa dan raksasa untuk memperoleh Tirtha Amerta. Sang Kadru menebak warna hitam dan Sang Winata menebak warna putih. Mereka masing-masing kukuh mempertahankan pendiriannya, dan akhirnya mereka bertaruh. “siapapun yang kalah akan menjadi budak dari yang menang”

Setelah itu Sang Kadru lalu pulang dengan mengabarkan hal ikhwal taruhan itu kepada anak-anaknya. “Wah Ibu pasti kalah, karena warna kuda itu betul-betul putih mulus” kata ular-ular itu. “kalau demikian anakku berbuatlah sesuatu agar Ibu tidak kalah sehingga menjadi budak Sang Winata. Besok Ibu akan datang bersama Sang Winata ketempat kuda itu untuk menyaksikan kebenaran kuda itu”. Maka ular-ular itu pun memenuhi permintaan Ibunya, lalu semuanya menuju ketempat kuda itu berada. Mereka semua lalu menyemburkan bisa (wisa)-nya ke tubuh si kuda, sehingga warna bulu kuda berubah dari putih menjadi hitam semua karena pengaruh dari bisa ular itu.

Esok harinya ketika Sang Winata dan Sang Kadru datang, mereka menyaksikan warna kuda Ucchaisrawa itu betul-betul hitam, maka kalahlah Sang Winata. Sejak saat itu Sang Winata menjadi budak Sang Kadru, menjaga dan mengantarkan ular-ular itu mencari makanan setiap hari dari pagi dan sore hari baru pulang.

Sementara itu Sang Garuda pun lahir dengan tubuh yang sempurna dari telur yang kedua. Setelah beberapa lama kemudian Sang Garuda merasa heran melihat Ibunya pergi pagi pulang sore, hingga timbul keinginan tahuan Sang Garuda dan akhirnya ia menanyakan kepada Ibunya. “Ibu mengapa Ibu pergi pagi pulang sore, apa pekerjaan Ibu?” Tanya Sang Garuda.

“Ibu jadi budak para naga, saban hari kerja Ibu adalah mengembalakan ular-ular yang nakal, pergi kesana kemari sekehendaknya” jawab Sang Winata.

“mengapa Ibu menjadi budaknya ?” Tanya Sang Garuda.

“karena Ibu kalah taruhan dengan Sang Kadru mengenai warna kuda Ucchaisrawa” kata Sang Winata. “kalau demikian biarlah saya saja menggantikan Ibu mengembalakan ular”, demikian permintaan Sang Garuda yang kemudian diluluskan oleh Ibunya.

Lamalah sudah Sang Garuda menjadi budak dari para naga, akhirnya ia menjadi bosan. Ia pun lalu menanyakan kepada naga apakah ada cara sebagai pengganti atau penebusannya, agar dia bisa bebas dari perbudakan. Setelah lama berpikir para naga pun sepakat akan membebaskan Sang Garuda dari perbudakan kalau bisa mencarikan Tirtha Amerta untuk
mereka. Konon barang siapa yang dapat minum Amerta itu akan bisa bebas dari kematian. Dengan demikian para naga beranggapan tidak perlu lagi ada penjaga seperti Sang Garuda, karena tidak ada yang menyebabkan mereka bisa mati kalau sudah minum Tirtha Amerta.

Sang Garuda pergi ke Surga untuk mencari Tirtha Amerta, sehingga ia berhadapan dengan para Dewa yang menjaga Tirtha Amerta itu. Dewata Nawa Sanga dikalahkan semua dan para Dewa pun mohon bantuan kepada Bhatara Wisnu. Perang antara Dewa Wisnu dengan Sang Garuda terjadi cukup lama, akhirnya Bhatara Wisnu menanyakan mengapa Sang Garuda sampai melakukan hal itu dan untuk apa dia mencari Amerta. Setelah Sang Garuda menjelaskan tujuannya mencari Amerta adalah untuk membebaskan dirinya dan Ibunya dari perbudakan para naga maka Bhatara Wisnu berkenan memberikan Tirtha Amerta itu, dengan syarat Sang Garuda bersedia menjadi kendaraan Dewa Wisnu. Sang Garuda menyetujui dan Tiretha Amerta pun diserahkan oleh Dewa Wisnu dengan syarat “barang siapa yang akan meminumnya hendaknya bersuci-suci terlebih dahulu, kalau tidak demikian maka Tirtha Amerta tidak akan Sidhi atau bermanfaat”.

Sang Garuda segera menyerahkan Tirtha Amerta itu kepada para naga dengan segala persyaratannya. Para naga setelah menerimanya, mereka berlomba dan saling mendahului pergi mandi dan menyucikan diri, karena takut tidak kebagian sehingga Tirtha itu ditinggalkan begitu saja di tengah rumput alang-alang. Mengetahui hal itu maka Bhatara Wisnu pun mengambil kembali Tirha itu dengan segera sehingga Tirtha Amerta terciprat di daun alang-alang tersebut, dan membawanya ke Surga. Dengan kecewa akhirnya
para naga menjilati alang-alang itu, karena daunnya yang tajam sehingga menyebabkan lidah para naga itu terbelah.

Dari cerita ini pulalah bermula sehingga daun alang-alang dianggap suci, karena terkena percikan Tirtha Amerta (air keabadian).

Om Santih Santih Santih Om

:: Kisah Si Pandir Membeli Kuda ::

Ada orang membeli 10 ekor kuda, ketika dia menunggang di atas seekor kuda dan menghitungnya satu per satu, ia menemukan kudanya hanya tinggal 9 ekor saja, kemudian saat dia turun dari atas kuda dan menghitungnya lagi, ternyata ada 10 ekor kuda. Kemudian ia berkata: “Dengan berjalan kaki aku telah mendapat untung seekor kuda, sedangkan dengan menunggang kuda aku dirugikan seekor, maka itu lebih baik aku berjalan kaki saja!”

Tidakkah kita menyadari kita seperti orang tersebut ketika kita mendapatkan sesuatu yang besar? Jangan lupa bersyukur ya kawan… Tabik.

Salam,

Ari Mogi 2012

:: About Jubing ::

TENTANG JUBING KRISTIANTO

Jubing Kristianto merupakan gitaris akustik tunggal di Indonesia yang paling sering tampil di berbagai event, konser, serta stasiun-stasiun radio dan televisi nasional. Ia telah menghasilkan empat album solo gitar akustik –Becak Fantasy (2007), Hujan Fantasy (2008), Delman Fantasy (2009), dan Kaki Langit (2011) – yang semuanya mendapat banyak sambutan positif dari kalangan pendengar dan pengamat musik, serta media massa.

Jubing dikenal mampu menghadirkan berbagai suasana lewat musik dari petikan enam senar gitarnya saja. Cakupan genre musik yang ia mainkan tidaklah terbatas, dari klasik, pop, rock, jazz, hingga etnik.
Read more about Jubing…

Goliath – Mestakung (Ost Semesta Mendukung)

Langkah tegap kakiku, dengarkan hentakanku
Kadang aku terjatuh tapi ku terus maju (yeah…)
Kejar dengan hatimu, lakukan sungguh-sungguh
Apapun yang kau mau, apapun impianmu

Karena di dalam hidup ini
Tak ada yang tak mungkin
Lihatlah kawan bulan masih bersinar
Terangi malam hidup terus berjalan
Raih mimpimu bulatkanlah tekadmu
Mestakung semesta mendukung

Karena di dalam hidup ini
Tak ada yang tak mungkin
Lihatlah kawan bulan masih bersinar
Terangi malam hidup terus berjalan
Raih mimpimu bulatkanlah tekadmu
Mestakung semesta mendukung

Lihatlah kawan bulan masih bersinar
Terangi malam hidup terus berjalan
Raih mimpimu bulatkanlah tekadmu
Mestakung semesta mendukung

Lihatlah kawan bulan masih bersinar
Terangi malam hidup terus berjalan
Raih mimpimu bulatkanlah tekadmu

Mestakung semesta mendukung
Mestakung semesta mendukung
Mestakung semesta mendukung (yeah…)

Tabik,
Ari Mogi 2012

:: Lewat Warnet ::

Tumben nih ke warnet, hahaha… saking perlunya dengan internet jadi kayak gini deh… biasanya sih gak pernah ke warnet.

Sekedar nulis buat ngabisin waktu 30 menit di warnet, hehehe…

Tabik

Ari Mogi 2012

:: Teknik Informatika UNUD atau Ilmu Komputer UNUD – Apa dan bagaimana? ::

Pada kesempatan yang sangat baik, ketika Teknik Informatika UNUD mengadakan lokakarya perbaikan kurikulum, pada tanggal 18 Nopember 2011, yang bertempat di ruang Rapat gedung BJ Jurusan Ilmu Komputer, program studi Teknik Informatika Universitas Udayana. Lokakarya dengan tujuan menjadikan lulusan Teknik Informatika UNUD mampu bersaing di pasar global dan di industri nantinya, baik sebagai pelaku industri atau pun pekerja industri dalam bidang teknologi informasi/komputer; pada kesempatan itu pula Dr. Zainal A. Hasibuan dari Universitas Indonesia (Dr. Zainal A. Hasibuan from University of Indonesia) atau yang akrab dikenal sebagai pak Ucok, memberikan banyak masukan dan perbaikan bagi Teknik Informatika UNUD baik dari segi materi pengajaran Teknik Informatika UNUD, administrasi di lingkungan Teknik Informatika UNUD, maupun penelitian bagi dosen-dosen Teknik Informatika UNUD.
Pada kesempatan itu…